50 Ilmuwan Laporkan Pemanasan Global Akibat Ulah Manusia Terus Merangkak Naik

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 06 Juni 2024 15:13 WIB
50 ilmuwan laporkan pemanasan global akibat ulah manusia terus melonjak (Foto: Bloomberg)
Share :

JENEWA - Sekitar 50 ilmuwan terkemuka secara terpisah melaporkan bahwa laju pemanasan global yang disebabkan oleh manusia terus meningkat.

Mereka menemukan bahwa emisi gas pemanasan yang tinggi berarti dunia semakin dekat untuk melampaui batas simbolis pemanasan 1,5C dalam jangka panjang.

Adapun Festival buku Hay dan Edinburgh baru-baru ini menangguhkan sponsor dari perusahaan investasi Baillie Gifford menyusul kontroversi mengenai kaitannya dengan perusahaan bahan bakar fosil.

Olahraga adalah salah satu bidang periklanan dan sponsorship bahan bakar fosil terbesar, dan sepak bola memiliki hubungan yang lama dengan produsen minyak dan gas.

Kekhawatiran terhadap kesehatan manusia telah menyebabkan alkohol dan tembakau dilarang dalam sepak bola di masa lalu, dan para penggiat lingkungan hidup berharap bahwa dukungan dari Guterres akan membuat bahan bakar fosil berdampak sama.

Sementara itu, dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menekankan bahwa waktu adalah hal yang sangat penting karena  dampak kenaikan suhu sudah mulai terasa. Seperti gelombang panas mematikan yang baru-baru ini terjadi di Asia atau banjir di Amerika Selatan.

Banjir mematikan melanda Brasil bulan lalu, dan para ilmuwan di kelompok Atribusi Cuaca Dunia mengatakan hujan lebat dua kali lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim.

Menurut data Copernicus, panas global yang memecahkan rekor berarti bahwa suhu rata-rata selama 12 bulan terakhir adalah 1,63C di atas “tingkat pra-industri” pada akhir tahun 1800-an.

“Kita hidup di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Carlo Buontempo, direktur Copernicus, dikutip Reuters.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya