Sunaryanta menandaskan jika sudah ada ada tata ruang yang mengatur sebuah kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi ataupun tidak. Sehingga akan ada kepastian lokasi mana saja yang peruntukkannya untuk ekonomi dan lokasi mana saja untuk konservasi.
"Saya katakan ini demi kepentingan yang lebih besar. Masyarakat Gunungkfidul itu yang jumlahnya 767-622 ribu orang dan itu yang lebih diselamatkan," tandasnya.
Dia berpesan agar hal itu tidak terjadi di masa depan dan harus jadi pelajaran bersama. Baginya, jika terjadi pro dan kontra itu adalah hal yang biasa. Namun karena tahapan sudah mendahului dan menjadi viral maka terjadi penolakan seperti ini.
Saat ini, lanjut dia, Pemkab Gunungkidul belum mengeluarkan perijinan berkaitan rencana investasi Rafi Ahmad tersebut. Dia juga tidak pernah mengeluarkan statetment pemerintah Gunungkidul telah mengeluarkan ijin.
Terkait peletakan batu pertama, pensiunan TNI AD ini menandaskan belum dilakukan. Jika beberapa waktu lalu dirinya terlihat bersama Raffi Ahmad di lokasi yang bakal dijadian Beach Club, Sunaryanta menandaskan jika saat itu hanya ingin menikmati keindahan pemandangan Gunungkidul dari atas bukit.
Sunaryanta mengakui ada beberapa pihak yang telah menanamkan investasinya di Gunungkidul dan memiliki lahan di wilayah ini. Oleh karenanya pihaknya mendorong agar segera terjadi pembangunan sehingga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Saya selalu berpesan agar 80 hingga 90% tenaga kerjanya diambilkan oleh warga sekitar," ujarnya.
(Fakhrizal Fakhri )