PPATK Blokir 5.000 Rekening yang Terdeteksi Lakukan Transaksi Judi Online

Riana Rizkia, Jurnalis
Sabtu 15 Juni 2024 13:39 WIB
Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir di diskusi polemik trijaya (foto: dok MPI)
Share :

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah memblokir sebanyak 5.000 rekeking yang terdeteksi melakukan transaksi untuk judi online (judol).

Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah mengungkap, pemblokiran ribuan rekening itu dilakukan selama periode Januari hingga Mei 2024.

"Itu terus meningkat ya, sampai sejauh ini sudah ada 5 ribu rekening yang kita blokir," kata Natsir Kongah dalam podcast polemik trijaya bertajuk 'mati melarat karena judi', Sabtu (15/6/2024).

Natsir menegaskan, undang-undang memperbolehkan PPATK untuk melakukan pemblokiran rekening yang terindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Secara umum ya itu tidak ada keberatan, jadi undang-undang mengatur bahwa PPATK bisa memblokir rekening yang terindikasi tindak pidana pencucian uang 5 hari plus 15 hari, nah setelah itu blokir itu bisa ditindaklanjuti oleh penyidik," katanya.

Sejauh ini, kata Natsir, para pemilik rekening tidak ada yang mengajukan keberatan atas pemblokiran tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya