Raja Wisnuwardhana Berhasil Satukan Singasari dan Kediri Usai Terpecah

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 16 Juni 2024 06:44 WIB
Share :

Dukungan dari para pembesar pejabat daerah di Daha pula, akhirnya Wisnuwardhana berhasil kembali menggabungkan Kediri dengan Tumapel yang telah dikuasai sepeninggal Anusapati pada 1248. Selanjutnya, Sang Apanji Patipati mengabdi kepada Sri Kertanagara, yang sejak tahun 1254 menurut Nagarakretagama diangkat sebagai raja di daerah Kediri.

Nama Ranggawuni tidak pernah disebut pada Prasasti Maribong dan Prasasti Mula Malurung. Pada kedua prasasti ini yang disebut ialah nama Seminingrat. Pada Prasasti Maribong jelas bahwa nama Jayawisnuwardhana adalah nama abhiseka. Sang Mapanji Seminingrat jelas adalah nama garbhopati Jayawisnuwardhana.

Namun tidak diketahui penggubah Pararaton hingga memperoleh nama Ranggawuni. Kebalikannya nama Seminingrat tidak pernah disebut dalam Pararaton. Tetapi Pararaton menyajikan panjang lebar tentang persekutuan Ranggawuni dan Mahisa Campaka, putra Mahisa Wonga Teleng.

Setelah berhasil mengalahkan Tohjaya, yang kemudian menyingkir ke Katang Lumbang, Ranggawuni lantas naik tahta di Kerajaan Tumapel, dengan mengambil nama abhiseka Wisnuwardhana, sedangkan Mahisa Campaka dijadikan ratu angabhaya bergelar Narasinga.

Namun uraian Pararaton oleh Slamet Muljana pada bukunya disebut tak bisa dibenarkan, karena ternyata Nararya Tohjaya bukan raja di Tumapel, tetapi untuk memperebutkan kekuasaan di Kediri. Prasasti Mula Malurung sama sekali tidak menyinggung adanya pemberontakan terhadap Nararya Tohjaya.

Pararaton menyebutkan bahwa Tohjaya mangkat pada tahun saka 1172 atau sekitar 1250 Masehi, dan dicandikan di Katang Lumbang. Oleh karena penyatuan Kediri dan Tumapel berlangsung sepeninggal Nararya Tohjaya, maka peristiwa itu berlangsung sesudah tahun 1250.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya