BPIP Gencarkan Bangun Generasi Berkarakter dengan Nilai-Nilai Pancasila

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 29 Juni 2024 12:52 WIB
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: Ist/Dok BPIP)
Share :

JAKARTA – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengatakan, Pancasila merupakan pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022. 

"Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 menetapkan Pancasila sebagai muatan wajib dalam kurikulum setiap jenjang pendidikan," ujar Yudian dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/6/2024).

Yudian mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam acara Penguatan Jaringan Pendidik Pancasila melalui Penggunaan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di Surabaya, Jawa Timur, pada 28 Juni.

Penguatan Jaringan Pendidik Pancasila, menurutnya, bagian dari tugas BPIP untuk mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh bangsa Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.

PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional, menetapkan bahwa Pancasila harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di setiap tingkat, guna mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pendidikan merupakan medium yang efektif untuk mengarusutamakan Pancasila, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial. Implementasi BTU Pendidikan Pancasila adalah upaya strategis untuk mentransmisikan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan karakter mulia kepada generasi penerus bangsa," ujarnya.

Yudian menambahkan, sejak 21 Agustus 2023, BPIP bersama Kemenko PMK dan Kemendikbudristek telah meluncurkan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila. Buku ini menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong kreativitas, pola pikir kritis, dan sikap gotong-royong.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso, mengatakan, bahwa Pendidikan Pancasila bertujuan membentuk siswa yang berkarakter dan kompeten.

"Kita menghadapi tantangan minimnya pemahaman Pancasila dan kurangnya keterlibatan pendidik. Maka dari itulah, para Guru akan menerima penguatan materi dan pemahaman buku teks untuk dipraktikkan di sekolah, sehingga para pelajar sebagai generasi muda dapat melanjutkan harapan para pendiri bangsa," katanya.

Sementara Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, menambahkan, program Merdeka Belajar bertujuan mengubah orientasi pendidikan, menjadikan sekolah tempat anak berkembang sesuai minatnya, dan memperkuat pendidikan karakter.

"Insya Allah mulai Agustus, 90% sekolah akan menggunakan Kurikulum Merdeka, dengan buku Pancasila yang dapat diakses secara daring oleh guru," katanya.

Ditambahkan Bobby Soemiarsono, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, berharap Buku Pancasila dapat membangun hubungan antar budaya, bermanfaat, dan mendorong kreativitas para pendidik.

"Penting untuk menanamkan nilai Pancasila sejak dini agar siswa tidak melupakan jati diri mereka sebagai manusia berideologi Pancasila. Kami berharap para pendidik kreatif dalam menyampaikan buku ini kepada siswa, dengan metode pengajaran yang tepat," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya