Mengulik Sejarah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang Dikeluarkan Soekarno, Apa Tujuannya?

Ricko Setya Bayu Pradana Junior, Jurnalis
Jum'at 05 Juli 2024 06:01 WIB
Soekarno (Arsip Nasional)
Share :

Konstituante dan DPR hasil Pemilu 1955 dihapus. Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) dibentuk dan jabatan Perdana Menteri dihapus.

Tindakan ini memperkuat peran Soekarno dan militer dalam politik Indonesia. Era Demokrasi Terpimpin dimulai, didukung oleh Dewan Perancang Nasional dan Front Nasional.

Keputusan ini menuai kritik dari pendukung demokrasi yang khawatir akan hilangnya prinsip pemisahan kekuasaan dan jaminan hak asasi manusia. Namun, dekrit ini tetap menjadi titik penting dalam sejarah politik Indonesia.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya