MALANG - Pakar spiritual menyebut, mata air yang mengeluarkan warna merah itu bukan hal mistis. Sebab dari pengelihatan metafisikanya air itu terkena cairan tekstil atau pewarna kain.
"Bukan, nggak ada kaitannya dengan mistis. Itu dari cairan tekstil, cairan pewarna kain," ucap Ki Mudo Leksono, pakar spiritual saat dikonfirmasi, Minggu (7/7/2024).
Ki Mudo menambahkan, bila itu cairan seperti darah cairannya lebih kental bukan cair seperti yang ada pada video itu. Lagi pula bila memang cairan itu dari darah atau hal-hal mistis, pasti baunya lebih amis.
"Kalau cairan tekstil itu lebih cair, itu terlihat seperti di videonya. Kalau darah atau terkait hal-hal mistis bukan," kata dia.
Namun ia tak menampik bila lokasi di mata air yang mengalir ke sungai kecil itu cukup angker. Bau amis dan bau wangi yang sempat tercium itu berasal dari makhluk tak kasat jin qorin di lokasi.
"Itu bau dari jin qorin, makhluk tak kasat mata yang sudah ada sejak dulu sebelum manusia tinggal di sana. Yang kelihatan sosoknya perempuan dan ular siluman berkepala tiga," ungkapnya.
Bau tak sedap itu biasanya tampak dari niat dan tujuan masing-masing orang. Bila tujuannya baik maka bisa jadi baunya akan menjadi harum.
"Baunya itu tergantung amalan ibadah, yang jelas kalau jin, setan itu dimana-mana mayoritas mengganggu, tapi selama tidak menggangu manusia ya dibiarkan saja," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sungai kecil di kawasan Dusun Kidal Krajan RT 27 RW 2 Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, berubah warna menjadi merah. Air sungai itu terlihat berwarna merah pada Sabtu (6/7/2024).
Alhasil air berwarna merah itu sempat mengalir hingga beberapa desa di sekitarnya seperti Desa Kambingan dan Desa Banjarejo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Tapi air berwarna merah itu berhenti pada Minggu pagi dan aliran air tampak kembali normal.
(Awaludin)