Dia pun mengamini bahwa konten politik jarang disukai oleh masyarakat kecuali mereka membuat konflik dan mengomentari secara keras kerja dari pemerintah.
"Sebagai politisi zaman sekarang karena memang trennya sudah sangat berubah. Jadi mau tidak mau sebagai politisi juga harus mempunyai gaya yang berbeda untuk tetap relevan dengan masyarakat," katanya.
Terlebih, dia menyebut ada 54% pemilih muda yang menjadi konstituen. Maka mereka menuntut untuk lebih transparansi akuntabilitas dan bertanggung jawab.
"Jadi media sosial itu bisa menjadi bagian dari pelaporan pertanggungjawaban akuntanbilitas. Bagaimana kita bisa lebih efektif mengelola dana reses dan yang lainnya yang diberikan kepada kita itu semakin hari semakin dituntut oleh masyarakat," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )