"Banyak warga Lebanon adalah imigran, dan beberapa datang untuk liburan musim panas mereka," kata Ali Hashem dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut
"Dengan banyaknya maskapai penerbangan yang membatalkan dan dengan terganggunya penerbangan, orang-orang akan ingin pergi sesegera mungkin sebelum pembalasan dimulai,” lanjutnya.
Ia mengatakan Perdana Menteri (PM) Lebanon telah menyatakan negaranya memiliki hak untuk membalas agresi apa pun.
Di sepanjang jalan bandara yang melewati pinggiran selatan Beirut, benteng Hizbullah, sebuah papan reklame besar menunjukkan gambar Haniyeh dari Hamas dan Shukr dari Hezbollah yang bertuliskan: "Kami akan membalas dendam".
Kedua pemimpin yang terbunuh itu terlihat sedang mengapit Qassem Soleimani, seorang komandan Garda Revolusi Iran dan kepala pasukan operasi luar negerinya, Pasukan Quds, yang tewas dalam serangan pesawat nirawak AS di Irak pada tahun 2020.
(Susi Susanti)