Rusia Umumkan Keadaan Darurat saat Ukraina Lancarkan Serangan Lintas Batas yang Jarang Terjadi

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 12:42 WIB
Rusia umumkan kedaaan darurat akibat serangan lintas batas Rusia yang jarang terjadi (Foto: AP)
Share :

RUSIA - Keadaan darurat telah diumumkan di wilayah Kursk, Rusia, akibat serangan lintas batas yang jarang terjadi oleh pasukan Ukraina. Serangan ini terus berlanjut pada Rabu (7/8/2024). Penjabat gubernur daerah, Alexei Smirnov, mengatakan tindakan itu diperlukan untuk menghilangkan konsekuensi dari pasukan musuh yang masuk ke wilayah tersebut.

Rusia mengatakan sedikitnya lima warga sipil telah tewas dan 31 lainnya terluka, enam di antaranya anak-anak, sejak dimulainya serangan tersebut.

Ukraina belum memberikan komentar resmi dan kedalaman serangan tersebut masih belum jelas.

Moskow mengatakan pada Selasa (6/8/2024)pagi, hingga 1.000 tentara Ukraina, serta 11 tank dan lebih dari 20 kendaraan tempur lapis baja, memasuki Rusia di dekat kota Sudzha.

Pertempuran dilaporkan terjadi di sejumlah desa sepanjang hari Selasa, dengan otoritas setempat mendesak penduduk untuk membatasi pergerakan mereka dan semua acara publik dibatalkan.

Sejumlah peringatan udara dikeluarkan di Kursk dan rekaman yang diunggah daring dan diverifikasi oleh BBC, menunjukkan jet tempur terbang rendah di atas wilayah tersebut, dengan asap mengepul dari area di darat.

Smirnov mengatakan ribuan orang dievakuasi dari daerah perbatasan dan dokter direkrut dari kota-kota lain.

Serangan Ukraina ke wilayah Rusia sangat jarang terjadi sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022.

 

Pada Rabu 97/8/2024) malam, anggota parlemen Ukraina Oleksiy Honcharenko mengatakan tentara Ukraina telah menguasai pusat gas Sudzha, fasilitas gas utama yang terlibat dalam transit gas alam dari Rusia ke Uni Eropa (UE) melalui Ukraina, yang terus berlanjut meskipun terjadi perang. Itu menjadi satu-satunya titik masuk gas Rusia ke UE.

Meskipun klaim tersebut belum diverifikasi oleh BBC, namun komentar Honcharenko merupakan konfirmasi pertama tentang serangan ke wilayah Rusia oleh pejabat Ukraina. Honcharenko mengatakan di Facebook bahwa meskipun ia tidak tahu apa rencana di balik serangan itu, namun hal itu akan menunjukkan kepada orang Eropa dan Amerika bahwa Rusia dapat dan perlu diserang.

"Kami menunjukkan kepada dunia bahwa dunia tidak perlu takut dengan eskalasi atau reaksi Putin. Tidak ada reaksi," katanya.

"Untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua, wilayah Rusia yang diakui secara internasional diduduki dan Putin tidak [beralih] ke nuklir dan sebagainya,” lanjutnya.

Ia mengatakan serangan itu juga akan memaksa Rusia untuk memindahkan pasukan ke wilayah tersebut dan diharapkan dapat mengurangi jumlah serangan yang dapat dilakukannya di Ukraina timur.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya