Dekat dengan Lebanon dan Roket Hizbullah, RS Bawah Tanah Israel Pasrah Hadapi Serangan

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 14:28 WIB
RS bawah tanah yang luas ini bersiap menghadapi serangan apapun yang terjadi di Timur Tengah (Foto: Rambam Medical Center)
Share :

Satu pasangan muda di pusat kota menggambarkan kehidupan dengan ancaman itu.

"Ini seperti bom waktu yang terus berdetak," kata wanita itu. "Sebentar lagi bisa menjadi alarm. Apakah saya akan mati? Apakah saya punya waktu untuk pergi ke keluarga saya?,” lanjutnya.

Yang lain tidak terlalu khawatir. Di kedai kopinya yang baru dibuka, Luai menuangkan cappuccino dan berkata bahwa dia sudah terbiasa dengan situasi tersebut.

"Orang-orang takut. Saya tidak takut," katanya.

Namun di Balai Kota Haifa, walikota mengakui bahwa dia tidak bisa tidur semalaman. Yono Yahav berusia delapan puluhan dan beban tanggung jawab menutupi matanya. Dia juga memimpin kota selama perang tahun 2006. "Saya sangat sedih karenanya," lanjutnya.

"Timur Tengah terpecah belah. Para pemimpin hanya peduli dengan kehancuran, pembunuhan, dan pertempuran, alih-alih membangun,” ujarnya.

Haifa adalah apa yang disebut "kota campuran"; tempat tinggal sejumlah besar orang Arab Israel berdampingan dengan orang Yahudi Israel.

Yahav mengatakan bahwa kota itu adalah komunitas yang damai, yang membuat konflik saat ini semakin menyakitkan. Dia menegaskan perdamaian masih mungkin terjadi. Dan diplomasi internasional terus berlanjut bahkan saat para dokter Haifa menyiapkan rumah sakit benteng mereka.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya