JAKARTA - Pemerintah mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan meminta untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi.
"Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi," tegas Dudung saat dihubungi iNews Media Group, Selasa (19/5/2026).
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyatakan, lima dari sembilan WNI tersebut ditangkap tentara Zionis Israel. Informasi itu diterima GPCI per pukul 21.00 WIB, Senin (18/5/2026).
"Sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari 9 orang, 5 orang tertangkap dan 4 orang masih dibeberapa tempat," tegas Dudung.
Sebelumnya, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI - Rumah Zakat.