Makanya di sekitar area rumah sakit itu, pernah diserang oleh tentara pejuang kemerdekaan Indonesia, dibantu oleh Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) yang beranggotakan eks tentara Jepang, yang membela Indonesia melawan Belanda. Serangan itu dilancarkan begitu cepat dan tiba-tiba pada 3 Oktober 1948 oleh tentara PGI dan pejuang gerilyawan ke pos-pos Belanda, di kawasan Tumpang, termasuk di RS Sumber Santosa, yang jadi markas tentara.
"Serangan gerilya ini dibantu rakyat dengan penyerangan intensif, menggunakan bahan peledak, dan aksi pembakaran-pembakaran. Hasilnya, terbakarnya asrama musuh dan tiga serdadu Belanda tewas," terangnya.
Makanya kata Eko, tak jauh dari rumah sakit di Jalan Raya Kebonsari, Tumpang, ke arah selatan terdapat pertigaan dekat Taman Makam Pahlawan Tumpang, yang di tengah simpang tiga itu juga terdapat Monumen Tugu Pahlawan Tumpang, yang menandakan pernah terjadi peristiwa pertempuran antara tentara Belanda dan gabungan gerilyawan Indonesia dibantu PGI.
"Dulu pada 3 Oktober 1948 memang lokasi pertempurannya di sana. Sampai sekarang bangunan di sana juga masih asli, ada beberapa bangunan memiliki nilai cagar budaya di Tumpang sana," tukasnya.
(Awaludin)