MOSKOW – Rusia menuai kecaman keras pada Minggu (8/9/2024) setelah dronenya terdeteksi hatuh di Latvia dan Rumania. Kedua negara itu merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa (UE).
Pesawat nirawak serang Rusia yang terbang menuju Ukraina dituduh melanggar wilayah udara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rumania dan Latvia, pada Minggu (8/9/2024). Serangan ini memicu seruan untuk tanggapan yang kuat dari aliansi militer tersebut.
"Sebuah drone militer Rusia jatuh di bagian timur Latvia kemarin. Investigasi masih berlangsung," terang Presiden Latvia Edgars Rinkevics di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Rumania mengatakan bahwa sebuah drone serang Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina pada malam hari telah memasuki wilayah udaranya.
"NATO harus menanggapi fakta bahwa 'Shahed' Rusia merasa bebas terbang di wilayah udara negara-negara Eropa. Mereka harus ditembak jatuh," kata Andriy Yermak, kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di Telegram, merujuk pada drone peledak diri ala Iran.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga pada Minggu (8/9/2024) mengutuk pelanggaran wilayah udara Rumania dan Latvia, menyebutnya sebagai pengingat nyata bahwa tindakan agresif Rusia melampaui Ukraina. Ia menambahkan pada X bahwa Ukraina membutuhkan tindakan konkret dari sekutu.
"Keputusan kolektif yang berani untuk menggunakan pertahanan udara mitra guna mencegat rudal dan pesawat nirawak Rusia di atas Ukraina. Bantuan militer yang lebih kuat dan lebih cepat untuk pejuang Ukraina. Mencabut pembatasan penggunaan senjata oleh Ukraina. Bertindak sekarang," ungkapnya.
Polandia juga telah mencatat setidaknya dua kasus wilayah udaranya dilanggar oleh rudal atau pesawat nirawak Rusia yang menyerang Ukraina, yang terakhir pada Desember tahun lalu.
Warsawa akhir bulan lalu menyatakan bahwa sebuah benda terbang telah memasuki wilayah udaranya tetapi kemudian menarik kembali klaim tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan minggu lalu, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan Warsawa seharusnya memiliki hak untuk menembak jatuh rudal Rusia yang menargetkan Ukraina sebelum memasuki wilayah udara Polandia, meskipun ada tentangan NATO.
(Susi Susanti)