JAKARTA – Naura Aullia Putri Darmawan, pelajar asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi satu dari 76 Calon Paskibraka yang akan bertugas saat upacara HUT ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta. Ia mengaku sempat ragu dengan kemampuannya untuk menjadi bagian dari Paskibraka tingkat nasional.
“Nah, awal-awal daftar itu saya sangat ragu karena udah didoktrin sama kakak kelas, kalau misalnya ikut Paskibraka itu sulit banget, apalagi tuntutannya itu kan berat ya, untuk masyarakat, untuk diri, itu berat. Jadi harus siap mental, siap badan, siap semuanya,” kata Naura di Lapangan Taman Wiladatika Cibubur, Kamis (7/8/2025).
Ayah Naura berprofesi sebagai peternak lele dan pembudidaya mangut, sementara ibunya yang ia panggil mamah adalah seorang ibu rumah tangga. Naura tak bisa membendung air matanya ketika menceritakan kebanggaan orangtua atas keberhasilannya lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional. Padahal, kata Naura, ayahnya adalah sosok yang jarang menangis.
“Di situ saya langsung nangis (pas tahu keterima seleksi nasional), sujud syukur, terus peluk mamah, mamah juga nangis. Papa tiba-tiba masuk (kamar) matanya udah, apa ya, kalau bahasa Jawa-nya tuh berambangi, berkaca-kaca matanya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kedua orangtuanya kembali tak kuasa menahan air mata saat melepasnya ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan pusat. Naura selalu mengingat pesan ayahnya agar tidak meninggalkan sholat lima waktu.
Selama berada di pusat pelatihan, malam hari biasanya menjadi momen paling emosional bagi Naura, karena ia sering merindukan kehangatan keluarganya. Meski sedih, Naura tetap bersemangat menjalani proses sebagai Paskibraka demi membanggakan kedua orangtuanya.
“Biasanya sering banget. Apalagi kalau misalnya lagi capek, itu kan biasanya kalau di rumah dipijatin mamah. Terus kalau misalnya lagi capek banget itu disuapin mamah. Di sini harus mandiri, jadi kayak inget mamah gitu,” kata Naura sambil mengusap air matanya.
(Arief Setyadi )