MANILA - Bencana gempa bumi dahsyat terjadi di lepas pantai Filipina bagian tengah. Guncangan gempa membuat kepanikan dan syok, terutama di Provinsi Cebu.
Seorang petugas pemadam kebakaran Cebu, Joey Leeguid, menceritakan detik-detik terjadinya gempa. Ia merasakan guncangan gempa saat berada di stasiun pemadam kebakaran di kota San Fernando.
"Kami melihat loker bergerak dari kiri ke kanan. Kami sempat merasa sedikit pusing, tapi kami semua baik-baik saja sekarang," kata Leeguid kepada AFP, Rabu (1/10/2025).
Martham Pacilan (25), seorang warga kota wisata Bantayan yang dekat dengan episentrum gempa, mengatakan sedang berada di alun-alun kota dekat sebuah gereja ketika gempa terjadi.
"Saya mendengar suara dentuman keras dari arah gereja. Kemudian saya melihat bebatuan berjatuhan dari struktur bangunan. Untungnya, tidak ada yang terluka," paparnya.
"Saya syok dan panik pada saat yang bersamaan, tetapi tubuh saya tidak bisa bergerak. Saya hanya berdiri di sana menunggu guncangan berhenti," ungkapnya.
Archdiocesan Shrine of Santa Rosa de Lima, sebuah gereja di Daanbantayan, Cebu, melaporkan bahwa struktur bangunan tersebut runtuh sebagian. Pemadaman listrik juga terjadi di wilayah Daanbantayan akibat gempa ini.
(Fetra Hariandja)