Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak wali kota segera mengerahkan sebanyak mungkin armada untuk mengangkut tumpukan sampah di berbagai wilayah Tangsel.
“Segera melakukan pengangkatan tumpukan sampah di berbagai wilayah. Wali kota bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah di banyak tempat,” ujar Koordinator Mahasiswa, Iqbal.
Hingga massa membubarkan diri, tidak ada mediasi yang dilakukan. Para demonstran pun mengultimatum dalam waktu tujuh hari ke depan wali kota beserta jajarannya harus menuntaskan seluruh tuntutan tersebut.
Tangsel sendiri saat ini masih berstatus tanggap darurat sampah. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menjalin kerja sama pembuangan sampah ke sejumlah daerah seperti Cileungsi, Nambo Bogor, Kabupaten Tangerang, hingga Serang.
(Arief Setyadi )