Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, dirinya mengaku telah menerima informasi bahwa pembunuhan telah berhenti di Iran. Ia mendapatkan informasi itu dari sumber terpercaya.
"Pembunuhan di Iran sedang berhenti, telah berhenti dan tidak ada rencana untuk eksekusi," katanya melansir Al Jazeera.
"Saya telah diberitahu hal itu dari sumber yang dapat dipercaya," ucapnya.
Di sisi lain, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan, sejauh ini mereka telah mengkonfirmasi pembunuhan 2.403 demonstran, serta 12 anak-anak, meskipun terjadi pemadaman internet. Lebih dari 18.434 demonstran telah ditangkap selama kerusuhan, demikian laporan kelompok tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)