"Kiai Said Aqil Siroj dengan kedalaman ilmu dan pengalaman panjang dalam memimpin NU dipandang mampu menjadi poros rekonsiliasi, rujukan keagamaan, sekaligus peneduh bagi beragam perbedaan yang berkembang di internal jam’iyyah,’’ujarnya.
Sementara itu, Gus Salam yang merupakan cucu pendiri NU Kiai Bisri Sansuri merepresentasikan figur Ketua Umum PBNU yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan memiliki kedekatan kultural dengan basis warga nahdliyyin.
‘’Gus Salam dipandang memiliki kemampuan menggerakkan pembenahan organisasi secara kolektif," kata KH Asyhari
Rois Syuriah PWNU DIY piode 2006 - 2021 menambahkan, menata ulang tata kelola PBNU agar lebih tertib, profesional dan berorientasi pada khidmah, bukan konflik.
"Urgensi pasangan ini pada Muktamar NU ke-35 terletak pada kemampuannya menjawab tiga agenda strategis NU sekaligus," ujarnya.