Soroti Korupsi, Prabowo Lebih Takut Birokrat daripada Kuntilanak

Binti Mufarida, Jurnalis
Jum'at 13 Februari 2026 18:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan bernada satire terkait tantangan reformasi birokrasi di Tanah Air di depan para ekonom. Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo mengaku lebih khawatir menghadapi birokrat yang korup dibandingkan sosok gaib seperti kuntilanak.

Awalnya, Prabowo menyinggung persoalan efisiensi, kebocoran anggaran, hingga praktik korupsi yang dinilainya masih marak. Ia menegaskan perlunya komitmen bersama untuk membersihkan berbagai bentuk penyelewengan.

“Saudara-saudara, efisiensi dan tidak ada masalah banyak kawan-kawan luar negeri. Kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi ya semua tingkatan. Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri, saya sampaikan sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang dinilainya mencari celah untuk mengakali aturan. Apalagi, kata Prabowo, orang-orang yang berada di sistem birokrasi tersebut harus benar.

“Kalian pintar-pintar, tapi di Indonesia ini orang pintar itu pintarnya pintar mencari peluang mengatasi peraturan. Benar? Ini dari sekolah kita belajar. Iya kan? Ini hilangkan budaya itu ya.
Tapi masalahnya pemerintah birokrasi juga harus benar. Kadang-kadang birokrasi yang tidak benar. Iya kan?” katanya.

Prabowo menyinggung sebuah kutipan yang dikaitkan dengan tokoh Inggris, Winston Churchill, yang disebut lebih takut kepada birokratnya sendiri dibandingkan kepada Adolf Hitler. Ia mengaku tidak memastikan kebenaran kutipan tersebut, namun menangkap semangat pesannya.

“Ada yang sampaikan ke saya bahwa Winston Churchill pernah mengatakan ‘I am more afraid of my bureaucrats than I am afraid of Adolf Hitler’ (Saya lebih takut pada para birokrat saya daripada takut pada Adolf Hitler), katanya. Tapi kita nggak tahu apa benar atau tidak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itulah ya. Ya saya juga begitu. Mungkin diubah deh, aku yang ngomong ya ‘I am more afraid of my own bureaucrats than I am afraid of (Saya lebih takut pada birokrat saya sendiri daripada saya takut pada..,) siapalah, kuntilanak atau apa gitu’,” ujar Prabowo yang disambut tawa para hadirin.

Prabowo pun menyerukan pentingnya membangun “The New Indonesia” yang bersih dari praktik korupsi. “So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia harus tidak boleh, tidak boleh ada korupsi!” kata Prabowo.

Kemudian, Prabowo menegaskan bahwa sistem demokrasi menjadi faktor utama yang mengantarkannya menduduki kursi Presiden. Ia menyebut, tanpa demokrasi, dirinya tidak mungkin bisa terpilih sebagai kepala negara.

“Untung kita masih negara apa itu, kita masih negara demokrasi kan? Benar? Demokrasi apa, agak demokrasi ya. Agak ya, lumayanlah demokrasi kita kan? Kalau nggak ada demokrasi gue nggak jadi Presiden loh, saudara-saudara. Iya kan? Benar nggak?” kelakarnya.

Prabowo juga menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya cenderung otoriter. “Jadi jangan ini loh, ada apa tuh, kelompok-kelompok yang selalu mengeluh, Indonesia beginilah, Prabowo otoriter lah, benar nggak?,” imbuhnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui ada pandangan di masyarakat yang menginginkan langkah tegas dalam memberantas korupsi.

“Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter, jangan-jangan, untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis, jadi kita masih moderat ya,” ujarnya.

Ia pun membandingkan dengan sejumlah negara lain yang sistem pemerintahannya berubah-ubah. “Banyak negara lain nggak tahu dah, hari ini ada, besoknya nggak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektif yang itu, jangan-jangan,” katanya.

Namun, di akhir pidatonya, terlebih saat menyadari kehadiran wartawan dan para duta besar negara sahabat, Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap demokrasi.

“Waduh ini ada banyak wartawan ya. Waduh ada lagi banyak duta besar nih, negara Barat lagi, waduh gue. I am completely democratic (Saya sepenuhnya demokratis) Completely (Sepenuhnya),” kelakarnya, disambut tawa oleh para hadirin.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya