JAKARTA - Masyarakat mulai mengunjungi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berziarah ke sanak keluarga yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini telah menjadi tradisi menjelang bulan Ramadan.
TPU Cipinang Besar, Kebon Nanas, Jakarta Timur, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi keluarga untuk berziarah. Aktivitas menyekar mengalami peningkatan menjelang bulan suci.
"Iya mengalami peningkatan dari jumlah peziarah," kata salah satu petugas kebersihan Enju (49) saat ditemui Okezone di TPU Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026).
Tradisi berziarah biasa dilakukan dengan mengirimkan doa, membersihkan makam, hingga menabur bunga. Tak jarang, terlihat masyarakat membawa sapu lidi, pacul dan alat kebersihan lainnya.
Satu hal yang paling tidak lupa dibawa oleh para peziarah yakni bunga mawar untuk ditaburkan di atas makam orang kesayangannya.
TPU Cipinang sendiri tak sulit mencari penjual bunga mawar maupun air mawar. Satu kantongnya dijual dengan harga Rp5 ribu.
Sejurus kemudian, para penjual pun mendapatkan hikmah dari tradisi masyarakat berziarah menjelang Ramadan. Untungnya jauh ketika menjual di hari biasa.
"Penjualan bunga Alhamdulillah meningkat. Sehari bisa meraup untung sampai Rp2 juta," ujar Enju.
Jumlah peziarah belum seberapa. Mengingat, Kementerian Agama (Kemenag) baru melaksanakan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.
"Ini masih belum seberapa, nanti akan semakin ramai di hari mendekati Ramadan," ucap Enju.
Tradisi berziarah pun juga kerap dilakukan bergerombol. Atau datang dengan jumlah keluarga yang banyak, mulai dari orangtua, anak, cucu hingga cicit.
Mereka sekadar hanya ingin mengenalkan anak cucu kepada sosok yang sudah tiada. Walaupun hanya mengetahui nama dari ujung batu nisan.
"Iya, saya hadir dengan anak saya yang baru lahir. Dia belum sempat bertemu dengan Neneknya," ujar salah seorang peziarah Ara.
Berziarah sendiri seakan menjadi pelengkap masyarakat ketika menyambut bulan Ramadan. Walaupun sudah tak bisa bertemu secara langsung, tapi mengunjungi makam setidaknya mengobati sedikit rindu bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Fahmi Firdaus )