Padahal, tambah Tifa, tidak satu pun dari keenam spesimen ijazah yang ditunjukkan tersebut identik dengan ijazah mahasiswa Kehutanan UGM tahun 1985. Ia pun menyatakan bahwa keenam spesimen ijazah yang ditampilkan tersebut palsu.
"Kalau setidaknya ada enam versi dari ijazah ini keluar, berarti kita bisa berhipotesis bahwa satu, dua, tiga, empat, lima, enam, semuanya palsu," ungkap Tifa.
"Tidak ada yang identik dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985," tandasnya.
(Awaludin)