"Oleh karena itu, mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan, apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak lain," sambungnya.
Ia kemudian mencontohkan Imam Syafi'i yang menggunakan qunut dalam salat Subuh dan Imam Abu Hanifah yang tidak membaca qunut.
Ketika Imam Syafi'i berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, dalam kesempatan tersebut Imam Syafi'i tidak membaca qunut saat salat Subuh dengan alasan menghormati Imam Abu Hanifah.
"Hal serupa juga diperlihatkan Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi'i. Kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fikih, tetapi meskipun demikian, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi'i dalam salatnya. Bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama 40 tahun," ucapnya.
Akan hal itu, menurut Anwar Abbas, sebagai pengikut imam-imam tersebut, seharusnya kita tetap menghormati perbedaan awal Ramadan ini demi terciptanya kerukunan.
"Oleh karena itu, sikap terbaik yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan sikap saling hormat-menghormati di antara kita karena memang dengan cara seperti itulah kita akan dapat menegakkan ketertiban, ukhuwah islamiyah, serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat di antara kita," pungkasnya.
(Awaludin)