Perbedaan Awal Ramadhan, MUI Ingatkan Sikap Toleran Empat Imam Mazhab

Nur Khabibi, Jurnalis
Rabu 18 Februari 2026 10:19 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan, umat Islam sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Salah satu yang mencolok adalah terkait pandangan empat mazhab.

Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat merespons adanya perbedaan penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

"Salah satu hal menarik dari mereka adalah sikap toleran yang telah mereka perlihatkan kepada kita," kata Anwar, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, meski memiliki perbedaan pandangan dalam banyak hal, mereka tetap saling menghormati dan tidak memaksakan pendapatnya kepada yang lain.

"Hal itu bisa terjadi karena mereka, selain sangat mengutamakan ukhuwah islamiyah, juga melihat perbedaan pendapat tersebut bukan sebagai sebuah bencana atau malapetaka, melainkan sebuah rahmat," ujarnya.

 

"Oleh karena itu, mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan, apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak lain," sambungnya.

Ia kemudian mencontohkan Imam Syafi'i yang menggunakan qunut dalam salat Subuh dan Imam Abu Hanifah yang tidak membaca qunut.

Ketika Imam Syafi'i berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, dalam kesempatan tersebut Imam Syafi'i tidak membaca qunut saat salat Subuh dengan alasan menghormati Imam Abu Hanifah.

"Hal serupa juga diperlihatkan Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi'i. Kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fikih, tetapi meskipun demikian, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi'i dalam salatnya. Bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama 40 tahun," ucapnya.

Akan hal itu, menurut Anwar Abbas, sebagai pengikut imam-imam tersebut, seharusnya kita tetap menghormati perbedaan awal Ramadan ini demi terciptanya kerukunan.

"Oleh karena itu, sikap terbaik yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan sikap saling hormat-menghormati di antara kita karena memang dengan cara seperti itulah kita akan dapat menegakkan ketertiban, ukhuwah islamiyah, serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat di antara kita," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya