Jose Maria Balcazar Terpilih sebagai Presiden Interim Baru Peru

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 12:05 WIB
Jose Maria Balcazar. (Foto: X)
Share :

LIMA – Parlemen Peru memilih Jose Maria Balcazar sebagai presiden sementara baru negara itu menyusul pemakzulan presiden sebelumnya, Jose Jeri, atas dugaan korupsi. Pemakzulan Jeri, yang baru empat bulan menjabat, kembali memunculkan vakum kekuasaan di Peru.

Balcazar, anggota parlemen sayap kiri, terpilih sebagai ketua Kongres Peru setelah pemungutan suara pada Rabu (18/2/2026) yang disiarkan langsung di televisi. Ini berarti pengacara dan mantan hakim berusia 83 tahun itu akan menjadi kepala negara kedelapan Peru sejak 2016.

Balcazar akan memimpin Peru hingga penggantinya menjabat pada 28 Juli, setelah pemilihan presiden pada 12 April.

“Dalam beberapa bulan yang tersisa ini, kami akan menjamin rakyat Peru transisi demokrasi dan pemilihan yang damai dan transparan, tanpa menyisakan ruang untuk keraguan dalam pemilihan,” kata Balcazar dalam pidatonya di parlemen, sebagaimana dilansir AFP.

Jeri, 39 tahun, menjadi pemimpin terbaru yang menjadi korban siklus kekacauan institusional Peru. Pada Selasa (17/2/2026), ia digulingkan oleh anggota parlemen karena diduga terlibat dalam perekrutan beberapa wanita secara tidak sah di pemerintahannya serta dugaan korupsi yang melibatkan seorang pengusaha Tiongkok.

 

Dia tetap menyatakan dirinya tidak bersalah, tetapi bagi warga Peru biasa, gejolak politik hanyalah pertunjukan sampingan dari kehidupan sehari-hari mereka yang semakin genting.

Dalam sepuluh tahun, empat presiden Peru telah dimakzulkan, dua mengundurkan diri untuk menghindari nasib yang sama, dan hanya satu yang berhasil menyelesaikan masa jabatannya.

Jeri sendiri menjadi presiden sementara setelah pemakzulan pemimpin perempuan pertama Peru, Dina Boluarte, pada Oktober lalu, di tengah protes luas atas korupsi dan gelombang kekerasan yang terkait dengan kejahatan terorganisir.

Ia menjalankan peran tersebut dengan penuh semangat, melancarkan upaya pemberantasan kejahatan dengan tangan besi yang terbukti populer di beberapa kalangan, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan dirinya dari pemecatan.

Pekan lalu, jaksa membuka penyelidikan atas dugaan Jeri “menggunakan pengaruh yang tidak semestinya” dalam penunjukan pejabat pemerintah. Ia menjadi sorotan karena klaim bahwa beberapa wanita diberi pekerjaan secara tidak semestinya di kantor presiden dan kementerian lingkungan hidup di bawah kepemimpinannya.

 

Jeri juga sedang diselidiki atas dugaan “sponsor ilegal atas kepentingan tertentu” setelah pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha Tiongkok yang memiliki hubungan komersial dengan pemerintah.

Pada Selasa, para anggota parlemen memberikan suara mayoritas untuk memakzulkannya.

Tiga anggota Kongres bersama Balcazar telah mengajukan diri untuk menggantikan Jeri: mantan Ketua DPR Maria del Carmen Alva, veteran sosialis Edgard Reymundo, dan politisi Hector Acuna, yang partainya ternoda oleh skandal korupsi.

Sementara para politisi berebut kekuasaan, Peru tengah menghadapi gelombang pemerasan yang telah merenggut puluhan nyawa, tingkat kemiskinan dan pengangguran pasca-pandemi yang tinggi, serta munculnya geng-geng seperti Tren de Aragua dari Venezuela.

Tidak ada jaminan pengganti Jeri akan mampu bertahan hingga masa jabatannya berakhir pada Juli 2026.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya