Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas terhadap Iran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 21 Februari 2026 12:40 WIB
Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas terhadap Iran.
Share :

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk menekan para pemimpinnya agar menyetujui kesepakatan pembatasan program nuklir.

Presiden menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang jurnalis, beberapa jam setelah para pejabat mengisyaratkan kemungkinan serangan tersebut.

Pada Kamis (19/2/2026), Trump mengatakan dunia akan mengetahui "dalam 10 hari ke depan" apakah kesepakatan akan tercapai atau AS akan mengambil tindakan militer. AS telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

AS dan sekutu-sekutu Eropanya mencurigai bahwa Iran sedang bergerak menuju pengembangan senjata nuklir, sesuatu yang selalu dibantah oleh Iran.

Pejabat AS dan Iran telah bertemu di Swiss untuk membahas masalah ini dan mengatakan bahwa telah ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

Berbicara pada Jumat (20/2/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran sedang menyiapkan "draf kemungkinan kesepakatan" dan akan menyerahkannya kepada Utusan Khusus AS Steve Witkoff dalam beberapa hari mendatang.

 

Pembicaraan di Jenewa diadakan ketika pasukan Amerika terus meningkatkan kehadiran mereka di sekitar Iran.

Pengerahan tersebut termasuk kapal perang terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, yang tampaknya sedang menuju ke wilayah tersebut.

Kapal induk USS Abraham Lincoln juga dikerahkan, bergabung dengan peningkatan jumlah kapal perusak, kapal tempur, dan jet tempur.

Citra satelit juga menunjukkan bahwa Iran telah memperkuat fasilitas militer, dan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, telah memposting pesan di media sosial yang mengancam pasukan AS.

"Presiden AS terus-menerus mengatakan bahwa AS telah mengirim kapal perang ke arah Iran. Tentu saja, kapal perang adalah peralatan militer yang berbahaya," bunyi salah satu unggahan Khamenei.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya