Adapun tingkat kemiskinan di Tangsel tercatat 2,39 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Banten dan berada di peringkat kelima terendah secara nasional setelah Kota Bandung (1,90 persen), Kota Balikpapan (1,97 persen), Kota Denpasar (2,16 persen), dan Kota Depok (2,31 persen).
Sementara itu Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memaparkan arah pembangunan daerah yang mengacu pada visi RPJMD 2025–2029, yakni Tangsel Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari.
Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelestarian lingkungan. Berdasarkan Rancangan Awal RKPD 2027 dari Bappelitbangda, jumlah penduduk Tangsel pada semester I 2025 mencapai 1.474.311 jiwa, dengan 72,20 persen berada pada usia produktif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,81 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional, sementara IPM mencapai 84,81 atau kategori sangat tinggi.
“Ini capaian yang patut kita syukuri. Namun di balik capaian tersebut, kita masih menghadapi tantangan, salah satunya persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Kemajuan yang kita capai adalah upaya bersama, maka pelestarian lingkungan harus kita lakukan dengan penuh kebersamaan,” ujarnya dalam Safari Ramadhan Pemerintah Kota Tangsel di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara.
(Arief Setyadi )