“ASDP juga bisa menyelenggarakan penyeberangan dengan baik dengan menyediakan kapal-kapalnya. Pelabuhannya seperti ini kan tidak ada lagi eksekutif, semuanya sama,” tutur Dudy.
Di sisi lain, kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni tidak berhenti terlebih dahulu, melainkan langsung memutar arah kembali menuju Pelabuhan Merak. Dengan demikian, kecepatan bongkar muat penumpang bisa lebih efektif dilakukan.
“Kapal-kapal itu tidak akan menunggu di Bakauheni, tapi akan langsung kembali. Jadi flow-nya atau arusnya akan kita percepat dengan diskon tarif, sehingga semua bisa dipercepat alurnya untuk penyeberangan,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)