Bahkan Oman, yang telah memediasi pembicaraan positif antara Iran dan AS yang segera diikuti oleh serangan tersebut, juga terkena dampaknya. Sejak 3 Maret, telah terjadi beberapa serangan terhadap infrastruktur minyak dan fasilitas sipil lainnya di negara tersebut.
Kini, angka terbaru mengungkapkan harga yang sangat tidak proporsional yang harus dibayar negara-negara Teluk untuk perang yang tidak mereka mulai, tidak mereka inginkan, dan tidak mereka ikuti.
Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menjadi sasaran 4.391 serangan drone dan rudal Iran — angka yang mengejutkan, yaitu 83 persen dari total serangan yang dilancarkan.
Israel, di sisi lain, yang memulai perang dan telah membombardir Iran setiap hari selama sebulan terakhir, telah menjadi sasaran 930 rudal dan drone — hanya 17 persen dari total serangan yang dilancarkan.
Angka tersebut menimbulkan pertanyaan tentang motif sebenarnya Iran, mengingat selama lebih dari empat dekade Teheran telah menyebut Israel sebagai "Setan Kecil" dan menyerukan penghancuran dan pemusnahannya.