JAKARTA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berpotensi “runtuh” di tengah perang berkepanjangan di berbagai front, termasuk konflik dengan Hamas dan Hizbullah. Peringatan itu disampaikan langsung oleh Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dalam pidato di rapat kabinet keamanan.
“Saya mengangkat 10 bendera merah (tanda bahaya) sebelum IDF runtuh dengan sendirinya,” kata Zamir selama rapat kabinet pada Rabu (25/3/2026).
Dilaporkan Jerusalem Post, mengutip sumber-sumber IDF, ada kekhawatiran besar karena organisasi militer Israel tersebut mengalami kekurangan pasukan yang parah, terutama di tengah perang yang sedang berlangsung.
Bahkan di masa damai, Israel masih membutuhkan lebih banyak tentara di perbatasan Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat, kata sumber-sumber tersebut. Jika pemerintah tidak menambah jumlah tentara, maka akan ada titik-titik dengan kekurangan besar, tambah mereka.