Selain itu, belum ada undang-undang yang diberlakukan untuk secara signifikan meningkatkan wajib militer bagi kaum Haredi (ultra-Ortodoks), yang berkontribusi pada kekurangan tenaga kerja.
Sebelum melancarkan Operasi Roaring Lion dengan menyerang Iran, pemerintah sempat memajukan undang-undang kontroversial yang dikatakan akan memberlakukan wajib militer bagi kaum Haredi. Namun, rancangan undang-undang itu ditunda oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan alasan persatuan dan tidak akan dilanjutkan selama perang.
Sejak perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, militer berulang kali menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa mereka kekurangan sekitar 12.000 pasukan akibat tekanan konflik dan tantangan militer lainnya. Kini, dengan pecahnya konflik baru, kekurangan prajurit membuat IDF semakin melemah.
(Rahman Asmardika)