Ia menekankan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Kita bisa lakukan water bombing, kita bisa modifikasi cuaca, teknologi bisa membantu. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hubungan dengan alam. Kalau itu tidak dijaga, masalah ini akan terus berulang,” katanya.
Rocky juga menegaskan bahwa persoalan karhutla pada akhirnya adalah refleksi dari hubungan manusia dengan lingkungan.
“Alam punya hukumnya sendiri. Kita bisa padamkan api, tapi kalau relasi kita dengan alam bermasalah, maka kebakaran akan terus terjadi. Karena itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak, dari negara, masyarakat, hingga akademisi, untuk memastikan kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.
Kunjungan Kapolda Riau ke Dumai ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi merupakan kerja bersama lintas sektor.
(Fahmi Firdaus )