JAKARTA - Ketegangan geopolitik akibat konflik Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sejumlah pihak menilai dampaknya tidak hanya terbatas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga berpotensi mengganggu sektor industri secara lebih luas.
Ekonom, Anthony Budiawan menegaskan, bahwa ancaman terbesar justru terletak pada kemungkinan terganggunya rantai pasok bahan baku industri.
Menurutnya, pasokan komoditas penting seperti aluminium dari Qatar serta turunan gas alam cair (LNG) sangat krusial bagi industri manufaktur di Indonesia.
“Naik saja sebetulnya dalam kondisi sekarang ini tidak begitu menjadi masalah. Yang masalah adalah kalau tidak ada bahan bakunya. Jangan sampai terjadi disrupsi sektor manufaktur di mana mereka tidak bisa produksi dan kemudian harus mengurangi tenaga kerja atau PHK,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (31/3/2026).
Anthony juga menilai kebijakan work from home (WFH) yang sempat diterapkan pemerintah menjadi salah satu langkah mitigasi. Kebijakan tersebut dinilai mampu menghemat konsumsi energi dan memperpanjang cadangan BBM nasional dari sekitar 20 hari menjadi 40 hari.