Guncangan ekonomi sebagian besar disebabkan oleh gangguan perdagangan maritim dan aliran energi, yang meningkatkan biaya serta memicu inflasi, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor.
Dampak bervariasi di berbagai subwilayah. Kawasan Teluk dan Levant diperkirakan akan menanggung kerugian ekonomi terbesar, sementara Afrika Utara mungkin mengalami dampak lebih beragam, dengan beberapa negara pengekspor minyak diuntungkan oleh harga energi yang lebih tinggi.
Pembangunan manusia diproyeksikan menurun, membalikkan kemajuan hingga satu tahun di sejumlah negara, menurut penilaian tersebut.
Laporan itu juga memperingatkan bahwa penurunan pendapatan pemerintah dan pelebaran defisit fiskal dapat semakin membatasi kemampuan negara untuk menanggapi krisis.