Di sisi lain, konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah diharapkan tidak berdampak terhadap pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia. Ia berharap situasi segera mereda demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
"Mudah-mudahan situasi di Timur Tengah yang kurang kondusif ini tidak memengaruhi persiapan dan keberangkatan jemaah haji kita," ujarnya.
Gus Irfan mengakui, konflik di kawasan tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang menjadi tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Kami juga menyadari bahwa situasi ini menyebabkan berbagai kendala, terutama terkait kenaikan biaya bahan bakar yang melonjak hampir dua kali lipat atau lebih. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri," pungkasnya.
(Awaludin)