Demokrasi di Indonesia, kata Didik, harus tetap berlandaskan nilai gotong royong, musyawarah, serta kepentingan bangsa. Ia pun mengingatkan kebebasan berpendapat tidak seharusnya dimanfaatkan untuk menciptakan instabilitas.
Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas politik yang didukung oleh kritik yang konstruktif, bukan serangan yang justru merusak legitimasi negara. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan hanya soal menghadapi pengaruh eksternal, tetapi juga menjaga persatuan di dalam negeri.
Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong narasi kebangsaan yang menyejukkan sekaligus tegas. Upaya menjaga Indonesia tidak berhenti pada momentum kemerdekaan semata, tetapi harus terus berlanjut dalam memastikan arah demokrasi tetap berada di jalur yang memperkuat bangsa, bukan sebaliknya.
(Arief Setyadi )