Paus Leo Tanggapi Kecaman Trump, Tegaskan Tak Takut pada Gedung Putih

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 14 April 2026 10:15 WIB
Paus Leo XIV.
Share :

"Saya tidak menginginkan Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam unggahannya.

Pada Senin, Trump mengatakan ia tidak berencana meminta maaf kepada Paus Leo setelah salah satu sekutu Katolik terdekatnya, Uskup Robert Barron dari Keuskupan Winona-Rochester di Minnesota, mendesaknya untuk melakukannya.

"Tidak... karena Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah," kata Trump. "Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran. Dan Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya. Akan ada ratusan juta orang yang tewas, dan itu tidak akan terjadi."

Trump juga sempat mengunggah foto hasil AI di platform media sosialnya yang menggambarkan dirinya sebagai sosok seperti Yesus Kristus, meski gambar tersebut kemudian dihapus.

Paus Leo, yang lahir di Chicago dan merupakan orang Amerika pertama yang memimpin Gereja Katolik, diangkat ke posisinya pada Mei 2025, beberapa bulan setelah masa jabatan kedua Trump dimulai. Saat itu Trump mengucapkan selamat kepada Leo, dengan mengatakan di media sosial bahwa itu adalah "suatu kehormatan" bagi seorang Amerika untuk menjadi paus.

Sejak awal masa kepausannya, Paus Leo telah menyuarakan keprihatinan tentang berbagai konflik bersenjata, berulang kali menyerukan perdamaian, termasuk menyebutkan perang saudara di Sudan, perang Rusia-Ukraina, dan pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Ia juga menyerukan perdamaian di Iran dan Timur Tengah yang lebih luas sejak awal serangan AS-Israel terhadap Iran.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya