JAKARTA - Senyum lebar terpancar dari wajah Fikri (6) saat tangannya asyik mewarnai gambar di dalam kelas. Kini, bocah asal Desa Sukaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu bisa menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain, belajar, bermain, dan bercita-cita.
Hari-hari Fikri kini dihabiskan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang. Ia belajar membaca, menulis, hingga berhitung, serta bermain bersama teman-temannya. Sesekali, ia mencoba permainan edukatif di papan tulis interaktif atau menyusun lego dengan penuh semangat.
“Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semuanya baik-baik,” ujar Fikri polos, Kamis (16/4/2026).
Namun, kehidupan Fikri sebelumnya jauh berbeda. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan untuk bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke sekolah.
Di sekolah, Fikri tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak, termasuk makanan bergizi setiap hari. “Aku juga bisa makan. Makanannya enak banget. Badanku jadi kuat,” katanya sambil tersenyum.
Perlahan, rasa percaya diri Fikri pun tumbuh. Ia mulai berani belajar membaca, menulis, hingga bermain aktif bersama teman-temannya.