”Kamu ngomong saja, duitnya sudah ada tapi di hotel harus diambil sendiri karena takut membawanya. Aku jadi sopirmu. Jadi perlakukanlah aku seperti sopirmu. Kamu berdua bisa mati kalau melarikan diri sebab rumah itu sudah dikepung pasukan saya,” gertak Sutiyoso.
Pengusaha itupun menangis tersedu-sedu sambil mencium lutut Sutiyoso. Keduanya pun pergi menuju rumah yang menjadi tempat pertemuan dengan Usman. Sesampai rumah yang dituju, pengusaha tersebut kemudian bertemu dengan Usman.
Keduanya kemudian keluar dari rumah menuju mobil hardtop Sutiyoso. Usman sempat ditawari duduk di depan tapi menolak dan memilih duduk di belakang bersama sekretaris si pengusaha.