Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 84 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta.
Bobby mengatakan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama dan sudah berjalan selama 8 jam. Dia memastikan bahwa pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
"Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali. Nanti Kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi para korban."
(Rahman Asmardika)