Sebelumnya, beredar video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television yang menampilkan pernyataan Rizieq Shihab. Dalam video tersebut, ia mempertanyakan pernyataan Presiden Prabowo terkait ajakan untuk pergi ke Yaman.
“Gara-gara apa itu? Punya teman jelek, Saudara. Satu tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?” kata Rizieq, dikutip dari akun YouTube Islamic Brotherhood Television.
“Kalau dulu ada menteri segala urusan menyebut ngusir ke luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar, Saudara?” sambungnya.
Rizieq juga menduga pernyataan tersebut dipengaruhi oleh sosok yang ia sebut sebagai “jenderal baliho”. “Eh ternyata ada sebabnya lagi, ada Jenderal Baliho yang sudah lama enggak dipakai, Saudara, sudah diparkir, eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi, Saudara,” katanya.
Diketahui, istilah “jenderal baliho” mulai muncul saat Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya pada 2020, ketika ia memerintahkan penurunan baliho FPI yang telah dibubarkan pemerintah.
(Arief Setyadi )