Kasus Hantavirus Baru Tedeteksi di Pulau Terpencil Atlantik

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 08 Mei 2026 18:37 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA – Otoritas kesehatan sedang memantau wabah Hantavirus yang semakin meluas dan terkait dengan sebuah kapal pesiar. Sebuah kasus baru yang diduga infeksi terdeteksi pada seorang warga negara Inggris di pulau terpencil Tristan da Cunha, Atlantik Selatan.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency) pada Jumat (8/5/2026) mengonfirmasi dua kasus warga Inggris yang terkait dengan wabah di atas kapal MV Hondius. Pihak otoritas menyatakan sedang menilai dugaan infeksi tambahan di Tristan da Cunha, namun belum merilis detail lebih lanjut mengenai kasus baru tersebut.

Sejauh ini, tiga orang—pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman—meninggal dunia setelah tertular virus selama pelayaran. Lima infeksi telah dikonfirmasi, sementara beberapa kasus dugaan tambahan lainnya tengah diselidiki.

Kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di Pulau Tenerife, Spanyol, dalam beberapa hari mendatang. Penumpang asal Inggris yang tetap tanpa gejala (asymptomatic) akan diterbangkan kembali ke Inggris dan diwajibkan untuk mengisolasi diri selama 45 hari sebagai tindakan pencegahan.

Tujuh warga negara Inggris telah turun di St. Helena, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan. Pihak berwenang menyatakan dua orang sudah mengisolasi diri di daratan Inggris, empat orang masih berada di pulau tersebut, dan satu orang telah dilacak berada di luar negeri.

Risiko Global Tetap Rendah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko global tetap rendah, meskipun galur (strain) Andes yang diidentifikasi dalam beberapa kasus dapat menyebar antarmanusia dalam situasi yang jarang terjadi.

“Ini bukan virus corona, ini virus yang sangat berbeda,” kata Maria Van Kerkhove, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, sebagaimana dilansir Al Jazeera. “Ini bukan situasi yang sama seperti enam tahun lalu.”

Petugas kesehatan telah menghubungi penumpang dari setidaknya 12 negara yang meninggalkan kapal pada awal April. Pemantauan sedang dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Singapura, di mana para pelancong yang kembali terus dilacak atau diuji meskipun tidak menunjukkan gejala.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya