JAKARTA – Iran diperkirakan dapat bertahan menghadapi blokade Amerika Serikat (AS) selama setidaknya tiga atau empat bulan sebelum menghadapi kesulitan ekonomi. Hal ini merujuk pada informasi Badan Intelijen Pusat (CIA) yang disampaikan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump pekan ini.
Laporan tersebut, yang dikutip dari The Washington Post, juga menemukan bahwa Teheran mempertahankan "kemampuan rudal balistik yang signifikan" setelah berminggu-minggu dibombardir oleh Israel dan AS. Temuan CIA ini bertentangan dengan pernyataan publik pemerintahan Trump yang mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan drone dan rudal Iran telah dihancurkan.
The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang melaporkan bahwa Iran masih memiliki 75 persen dari persediaan peluncur bergerak praperang dan sekitar 70 persen dari persediaan rudal praperang. Iran juga dilaporkan berhasil membuka kembali fasilitas penyimpanan rudal bawah tanahnya.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5/2026), Trump menyatakan bahwa sebagian besar rudal Iran telah hancur dan Teheran “mungkin hanya memiliki 18 atau 19 persen (rudal)”. Meskipun Trump dan para penasihat utamanya bersikeras bahwa kekuatan Iran telah dilumpuhkan, Republik Islam tersebut menunjukkan bahwa komando dan kendalinya masih utuh.
“Operasi Epic Fury telah menghancurkan militer Iran dan membuatnya tidak efektif dalam pertempuran selama bertahun-tahun mendatang,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada awal April lalu.
Namun kenyataannya, baru-baru ini Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal dan drone ke UEA sebagai balasan atas upaya AS mengirim kapal perang melalui Selat Hormuz. Iran juga mengklaim telah mengenai kapal perang AS, meskipun Gedung Putih membantah klaim tersebut.
AS juga mengklaim bahwa Iran kehabisan ruang penyimpanan minyak yang dapat menyebabkan runtuhnya infrastruktur energi lama mereka. Analis kepada Middle East Eye menyebut bahwa Iran hanya memiliki sisa ruang penyimpanan untuk "beberapa minggu". Perusahaan analisis energi, Kpler, menyatakan kepada New York Times pada Rabu bahwa Iran memiliki waktu 25 hingga 30 hari sebelum kehabisan ruang penyimpanan.
Namun, analisis CIA memberikan perkiraan yang lebih optimistis bagi Teheran. Badan intelijen tersebut memperkirakan bahwa Teheran dapat bertahan selama 90 hingga 120 hari sebelum menghadapi kesulitan ekonomi yang "parah" akibat blokade.
(Rahman Asmardika)