Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Samakan Kendali Selat Hormuz dengan Bom Atom

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 10 Mei 2026 |14:30 WIB
Iran Samakan Kendali Selat Hormuz dengan Bom Atom
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Iran memberi sinyal peningkatan status doktrin terkait Selat Hormuz yang strategis, yang kemungkinan dinilai setara dengan program nuklir negara tersebut. Pemerintah di Teheran mengatakan bahwa Iran telah mengabaikan “berkah” Selat Hormuz selama bertahun-tahun dan menyamakan jalur air penting itu dengan bom atom.

“Pada kenyataannya, ini adalah kemampuan setara dengan bom atom, karena ketika Anda memiliki kemampuan yang dapat memengaruhi seluruh ekonomi global dengan satu keputusan, itu adalah kemampuan yang sangat besar,” kata Mohammad Mokhber, penasihat senior mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei kepada kantor berita Mehr pada Jumat (8/5/2026).

Mokhber mengatakan pihak berwenang Iran sama sekali tidak akan melepaskan kendali “yang telah kita peroleh melalui perang ini” dan akan berupaya untuk “mengubah rezim pemerintahan” selat tersebut, baik melalui saluran internasional maupun melalui undang-undang domestik yang disahkan oleh parlemen yang didominasi garis keras.

Mohammad Reza Aref, wakil presiden pertama saat ini, mengatakan kendali Teheran atas Selat Hormuz akan berfungsi untuk melawan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), termasuk sanksi yang bertujuan untuk menurunkan penjualan minyak, yang terus meningkat setiap minggu.

“Kita tentu tidak akan lagi menghadapi sesuatu yang disebut sanksi, karena dengan perilaku terbaru Trump dan musuh-musuhnya, hak dan pandangan kita terhadap selat tersebut telah diperkuat. Jadi, saya rasa kita tidak akan menghadapi masalah serius lagi,” katanya pada Kamis.

Aref menambahkan bahwa “pengelolaan Iran akan memastikan keamanan jalur air ini dan menguntungkan semua negara di kawasan ini”.

Beberapa pesan teks yang dikaitkan dengan Ayatollah Mojtaba Khamenei—sejak ia menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi tak lama setelah dimulainya perang—juga menekankan perlunya mempertahankan kendali atas jalur air tersebut.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement