JAKARTA - Sekitar 1.500 kapal dilaporkan terjebak di kawasan Teluk akibat meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Situasi tersebut dipicu blokade Iran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO), Arsenio Dominguez, mengatakan ribuan awak kapal kini terdampak akibat terganggunya lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
“Saat ini kami memiliki sekitar 20.000 awak kapal dan sekitar 1.500 kapal yang terjebak,” ujar Dominguez dalam Konvensi Maritim Amerika di Panama, dilansir dari trtworld, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dominguez, kondisi itu berpotensi mengganggu rantai pasok global karena jalur pelayaran internasional sangat bergantung pada keamanan kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Ia menegaskan, sektor pelayaran maritim memegang peranan penting bagi perdagangan dunia. Berdasarkan data IMO, lebih dari 80 persen produk yang dikonsumsi secara global diangkut melalui jalur laut.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah konflik militer antara AS, Israel, dan Iran memanas dalam beberapa waktu terakhir. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas internasional.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.