TEHERAN – Militer Iran pada Selasa (5/5/2026) membantah telah melancarkan serangan apa pun terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir. Bantahan itu disampaikan setelah UEA menuduh Teheran melancarkan serangan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal yang menargetkan fasilitas minyaknya.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak melancarkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir," kata Markas Pusat Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir AFP.
"Jika tindakan seperti itu telah dilakukan, kami akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas," tambahnya.
"Oleh karena itu, laporan Kementerian Pertahanan negara tersebut (UEA) dibantah dengan tegas dan sama sekali tidak berdasar," demikian isi pernyataan tersebut.
Namun, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan yang diluncurkan dari wilayah Uni Emirat Arab akan ditanggapi dengan "respons tegas".
Di sisi lain, UEA menyatakan pada Selasa bahwa pertahanan udaranya berhasil menghadang rudal dan drone yang datang dari arah Iran untuk hari kedua berturut-turut, hanya beberapa minggu setelah gencatan senjata yang rapuh dalam konflik Timur Tengah.
"Sistem pertahanan udara UEA secara aktif terlibat dalam pertempuran melawan ancaman rudal dan UAV," kata Kementerian Pertahanan UEA dalam sebuah pernyataan di platform X, seraya menambahkan bahwa ancaman tersebut "berasal dari Iran".
Sebelumnya, pada Senin (4/5/2026), UEA menuduh Iran menargetkan wilayahnya dengan serangan baru, termasuk serangan terhadap instalasi energi di Emirat Fujairah, dan menyebut tindakan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya".