JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz secara aman, pada Senin (4/5/2026).
Trump menyebut langkah tersebut sebagai “isyarat kemanusiaan” dan menamai inisiatif itu sebagai “Proyek Kebebasan”. Ia mengatakan banyak kapal saat ini terdampar dan mengalami kekurangan kebutuhan pokok.
Dalam pernyataannya kepada media Israel, Kan News, Trump juga mengungkapkan telah mempelajari proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Namun, ia menilai proposal tersebut “tidak dapat diterima”.
Meski demikian, Amerika Serikat pada Minggu tetap mengajukan draf perjanjian yang telah direvisi sebagai tanggapan atas proposal 14 poin dari Teheran.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya akan mulai mendukung “Proyek Kebebasan” pada 4 Mei guna memulihkan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.
Misi ini diperkuat dengan pengerahan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional,” ujar Komandan CENTCOM, Brad Cooper, seperti dilansir dari rt, Senin (4/5/2026).