JAKARTA - Tiga dari delapan pelaku begal yang ditangkap polisi ternyata merupakan komplotan jambret ponsel milik warga negara asing (WNA) di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dari keterangan polisi, terungkap bahwa komplotan jambret tersebut sudah sering beraksi di ratusan lokasi.
“Tiga di antaranya adalah pelaku yang melakukan perampasan handphone di Bundaran HI,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, Senin (18/5/2026) malam.
“Berdasarkan interview sementara, tiga tersangka sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP,” ujar dia.
Polisi kini masih mengumpulkan seluruh catatan kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut. Dari ratusan aksi itu, empat korban diketahui merupakan warga negara asing.
“Warga negaranya ada yang dari Malaysia, kemudian Jerman, Tiongkok, dan Italia,” ujar dia.
Dia menambahkan, para pelaku ditangkap di sejumlah wilayah dari Jakarta hingga Bekasi.
"Semua ditangkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya," jelas dia.
Sebagaimana diketahui, aksi penjambretan itu terjadi pada Kamis (14/5.2026) lalu. Dari rekaman yang dilihat, mulanya WNA tersebut berdiri di pinggir jalan. Kemudian, terlihat pelaku yang menggunakan sepeda motor warna merah mendekati korban.
Tak lama kemudian, pelaku berjalan dan mengambil handphone milik korban. Saat itu, korban sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, upaya korban tersebut gagal setelah dirinya tersungkur.
(Rahman Asmardika)