TIMOR TENGAH SELATAN – Di tengah terbatasnya ruang pengembangan anak muda di daerah, lapangan olahraga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mulai memainkan peran lebih besar dari sekadar arena pertandingan.
Turnamen futsal kini bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang membangun disiplin, sportivitas, rasa persaudaraan, hingga mental kompetitif melalui aktivitas yang sehat dan produktif.
Suasana itu tampak dalam penyelenggaraan Gank-Guan Cup 2026 di GOR Nekmese Soe. Selama sepekan pertandingan, tribun selalu dipadati ratusan penonton yang datang memberi dukungan. Sorak-sorai penonton menambah semarak pertandingan yang berlangsung kompetitif, namun tetap menjunjung sportivitas.
"Turnamen olahraga bukan sekadar mencari juara. Yang lebih penting, kegiatan seperti ini membangun karakter, disiplin, persaudaraan, dan mental kompetitif generasi muda TTS. Anak-anak muda perlu ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang sehat, positif, dan produktif," ujar Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Timor Tengah Selatan, Marthen Natonis, Selasa (19/5/2026).
“Kita ingin anak-anak muda punya wadah yang sehat. Mereka punya semangat, punya potensi, tinggal bagaimana diberi kesempatan agar berkembang ke arah yang positif,” kata Ketua DPD Partai Perindo Timor Tengah Selatan itu.
Sementara itu, Ketua Panitia Gank-Guan Cup 2026, Benyamin Noy Sailana, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menopang penyelenggaraan turnamen, termasuk kepedulian Marthen Natonis terhadap pembinaan olahraga bagi anak muda di TTS.
Menurutnya, turnamen dapat terselenggara berkat kerja sama panitia, swadaya masyarakat, serta dukungan sponsor.
“Turnamen ini bisa berjalan karena kerja sama banyak pihak. Dukungan sponsor, termasuk perhatian terhadap pembinaan anak muda lewat olahraga, sangat membantu,” ungkap Benyamin.
Gank-Guan Cup 2026 diikuti 28 tim. Pada partai final, VOC Junior keluar sebagai juara setelah mengalahkan Catalans FC, sedangkan Putra Oebesa menempati posisi ketiga.
Komitmen membangun masyarakat melalui olahraga sebelumnya juga ditunjukkan Marthen Natonis lewat penyelenggaraan turnamen bola voli di TTS. Pada 2025, dia mengalokasikan dana aspirasi (pokok pikiran/pokir) hingga Rp180 juta untuk penyelenggaraan dua turnamen, yakni Kotolin Cup di Kecamatan Kotolin dan Boti Cup I di Kecamatan Kie sebagai bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga.
(Awaludin)