Menlu Kecam Penyiksaan 9 WNI Aktivis GSF oleh Israel

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Jum'at 22 Mei 2026 10:50 WIB
Menlu Sugiono (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu) Sugiono, mengecam keras penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang sebelumnya sempat ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Kesembilan WNI tersebut saat ini telah dibebaskan dari tahanan Israel. Selama berada dalam tahanan, mereka disebut mengalami tindakan penyiksaan oleh aparat setempat.

“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan,” kata Sugiono yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Jumat (22/5/2026).

“Indonesia kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” sambung dia.

“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” jelas Sugiono.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Istanbul, Darianto Harsono, menyambut sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0 usai diculik Israel di perairan internasional. Darianto menyampaikan para WNI dalam kondisi sehat.

"Kami Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul. Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF, telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Darianto dalam video yang diposting Menlu RI Sugiono, Kamis 21 Mei 2026.

Darianto mengungkapkan para WNI mengalami kekerasan fisik selama diculik dan ditahan oleh militer Israel, salah satunya seperti ditendang, dipukul, hingga disetrum.

"Walaupun mereka selama tiga hingga empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," ungkapnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya